Jumat, 04 Juni 2010

perbandingan agama hindu

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap agama memiliki sejarahnya sendiri, dan Agama Hindu telah mengalami perkembangan yang amat panjang dan lama sejak beribu-ribu tahun yang sebelum masehi hingga sekarang. Maka dengan adanya perkembangan tersebut peulis akan menguraikan tentang Agama Hindu yang meliputi, asal-usul Agama Hindu, konsep Ketuhanan dalam Veda, pokok-pokok keimanan Agama Hindu, dar ritual Agama Hindu. Degan demikian, dengan adanya beberapa pembahasan tersebut kita dapat memahami tentang Agama Hindu.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana asal-usul Agama Hindu?
2. Bagaimana konsep ketuhanan dalam Weda?
3. Apa pokok-pokok keimanan Agama Hindu?
4. Apa ritual Agama Hindu?


BAB II
PAMBAHASAN
A. Asal-usul Agama Hindu
“Sanata Dharma” adalah nama asli Hindu. Sanata Dharma adalah nama lain untuk Agama Hindu, sebuah agama yang sudah ada sebelum agama-agama lain ada. Nyatanya, ia tidak mulai pada suatu zaman tertentu. Ia ada tanpa permulaan dan tanpa akhir (anadi-ananta). Nama Hindu yang sekarang lazim dikenal dan telah dipergunakan secara umum diseluruh dunia, merupakan nama asing karena nama tu diberikan oleh seseorang yang bukan Agama Hindu. Nama itu diberikan pada kelompok masyarakat yang memiliki agama dan tradisi “Dharma”. Ajaran Dharma ini dikenal dengan nama Indus Culture atau kebudayaan lembah sungai Sindus (Indus). Di dalam pegucapan, perubahan lafal “S” ke “H” mempengaruhi ejaan “Shindu” menjadi “Hindu” dan dipakai hingga sekarang. Kata sangsekerta yang terdekat dengan kata arti kata agama adalah Dharma. Dengan demikian, “Hindu Dharma” sama artinya dengan “Agama Hindu ”, yaitu agama yang kekal dan abadi (Sanata Dharma).
Perkembangan agama Hindu di India berlangsung dalam kurun waktu yang amat panjang yaitu berabad-abad sehingga sekarang. Sejarah yang amat panjang itu menurut pandapat Govinda das dalam Hinduism (Modras, 1924, P.25), dapat dibagi dalam 3 bagian besar yaitu :
1. Zaman Weda Kuno
Zaman ini dimulai dari datangnya bangsa Arya kurang lebih 2500 tahun sebelum masehi ke India, dengan menempati lembah Sungai Shindu, yang juga dikenal dengan nama Punjab (daerah lima aliran sungai). Zaman weda kuno merupakan zaman penulisan wahyu suci Weda yang pertama yang Rig Weda. Kehidupan beragama pada zaman ini lebih banyak menekankan pada pembacaan perafalan ayat-ayat Weda secara oral, yaitu dengan menyanyikan dan mendengarkan secara berkelompok.

2. Zaman Brahmana
Zaman ini ditandai dengan munculnya kitab Brahmana sebagai bagian dari Weda Sruti yang disebut Karma Kanda. Kitab ini memuat himpunan doa serta penjelasan uacara korban dan kewajiban keagamaan. Kehidupan beragama zaman ini ditandai dengan pemusatan keaktifan pada batin atau rohani dalam berbagai upacara korban.
Pada zaman Brahmana ini ciri-ciri perkembangan kehidupan bergamaa manusia dibedakan menjadi empat asrama biasanya disebut Catur Asrama yaitu :
a. Brahmacari, yaitu masa belajar mencari ilmu pengetahuan untuk bekal menjalani kehidupan selanjutnya.
b. Grhastha, yaitu tahap hidup berumah tangga dan membentuk keluarga.
c. Wanaprastha, yaitu hidup menjadi penghuni hutan atau pertapa.
d. Sanyasin, yaitu kewajiban hidup ,meninggalkan segala sesuatu yang berbau keduniawian.
3. Zaman Upanisad
Kehidupan agama Hindu pada zaman ini bersumber pada ajaran-ajaran kitab Upanisad. Tuntutan-tuntutan keagamaan pada zaman Upanisad diarahkan untuk meninggalkan ikatan keduniawian dan kembali ke asal sebagai tujuan akhir mencapai masa untuk menyatu dengan Brahman.
B. Konsep Ketuhanan dalam Veda
Kitab Weda merupakan sumber pokok ajaran agama Hindu, sebab dari Wedalah mengalir ajaran-ajaran yang merupakan kebenaran agama Hindu.
Kitab-kitab Weda mengandung berbagai ajaran yang memberikan keselamatan di dunia dan di akhirat. Weda menuntun tindakan manusia sejak lahir sampai paad hembusan nafas yang terakhir. Ajaran Weda tidak terbatas hanya sebagai tuntutan hidup individual, tetapi jga dalam hidup masyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk memahami ajaran Weda, tidak laion cukup dengan hanya membaca teksnya saja tetapi harus memahami ajaran hindu secara utuh.
Ajaran ketuhanan dalam agama hindu disebut Brahma Widya, yang membahas tentang Tuhan yang Maha Esa. Dan ciptaan-Nya termasuk manusia dan alam semesta. Sumber ajaran Brahma Widya ini adalah Kitab Suci Weda.
Untuk memudahkan umat sujud bhakti kepada Tuhan, maka Tuhan disembah melalui berbagai sarana bhakti atau sarana keagamaan, seperti membuat pura (Tempat pemujaan) upacara (sajen) dan berbagai upacara persembahan.
C. Pokok-pokok Keimanan Agama Hindu
Jiwa dari agama adalah kepercayaan. Agama selalu mencangkup masalah percaya dan kepercayaan. Ini adalah keimanan. Dalam agama Hindu, iman disebut dengan Sradda. Pokok-pokok keimanan dalam agama Hindu dapat dibagi dalam 5 bagian yang disebut Panca Sraddha, yang terdiri dari
1. Percaya terhadap adanya Brahman (Sang Hyang Widhi)
Sang Hyang Widhi ialah Ia yang kuasa atas segala yang ada di alam ini. Tidak ada yang luput dari Kekuasaan-kuasaan-Nya.
2. Percaya terhadap Atman
Bila Atman meninggalkan badan, maka makhluk itu akan mati. Atman menghidupi badan disebut Jiwatman. Jiwatman dapat dipengaruhi oleh karma, hasil perbuatan di dunia ini. Menurut ajaran agama Hindu, jiwatman seseorang yang meninggal dunia dapat mencapai surga atau jatuh ke neraka.
3. Percaya terhadap Hukum Karmaphala
Buah dari perbuatan itu disebut phala. Buah perbuatan itu tidak selalu langsung dapat dirasakan atau dinkmati. Tetapi phala itu kadang-kadang baru diterima hasilya (buahnya) setelah kehidupan yang akan datang.
4. Percaya terhadap adanya Purnabawa
Jiwatman atau roh tidak selamanya berada di syurga ataupun neraka. Ia akan lahir kembali ke dunia. Kelahiran kembali ini disebut Punarbawa atau Samsara, lingkaran kelahiran. Bagaimana kelahirannya kembali akan tergantung dari KarmaWasona (bekas-bekas perbuatan) terdahulu. Kalau ia membawa krma yang baik lahirlah ia menjadi orang yang bahagia, berbadan sehat dan berhasil cita-citanya. Sebaliknya, bila ialah membawa karma yang buruk (kurang baik) ia akan lahir sebagai orang yang menderita. Kelahiran kembali ini adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dari segala dosa yang telah diperbuat pada kehidupan yang terdahulu.
5. Percaya terhadap adanya Moksa
bila seseorang berhasil lepas dari ikatan dunia ia akan mencapai moksa. Moksa artinya kelepasan. Inilah tujuan akhir pemeluk agama Hindu. Orang yang telah mencapai moksa tidak lahir lagi kedunia. Karena tidak ada apapun yang mengikatnya. Ia telah bersatu dengan Paratman, Atman yang tertinggi atau Sang Hyang Widhi.
D. Ritual Agama Hindu
Agama Hindu memiliki dua ritual yang lazim dikalangan orang Hindu masa kini, yakni yang disebut sebagai ritual keagamaan Vedis dan Agamis.
Ritual Vedis pada pokoknya meliputi korban-korban kepada para dewa. Suatu upacara korban berupa melakukan persembahan, seperti mentega cair, butir-butir padi dan dalam kesempatan tertentu juga binatang kepada suatu Dewata. Ritual ini bertujuan untuk menetapkan suatu hubungan antara dunia ilahi dengan dunia manusia, bahkan memberi wawasan tentang hakikat ilahi.
Ritual Agamis memusatkan prhatian pada penyembahan pjaan-pujaan, pelaksanaan puasa serta pesta-pesta yang termasuk bagian agama Hindu yang merakyat. Bentuk khas dari praktek ritual keagamaan Hindu adalah cara penyembahan yang disebut “Puja”. Dalam suatu rangakaian ritual, modelnya sebagian didasarkan pada kitab Veda, patung-patung diminyaki, diberi pakaian, dihiasi dan diberi wangi-wangian. Makanan dan minuman dipersembahkan kepadanya, bunga-bunga dipersembahkan dan cahaya dicurahkan disitu. Sepanjang upacara ini, kehadiran ilahi dimohon dan dikenang dengan kesalehan batin.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Nama asli Hindu yaitu “Sanatama Dharma” agama Hindu adalah sebuah agama yang sudah ada sebelum agama-agama lain ada. Tetapi tidak ada bukti yang pasti kapan agama Hindu mulai ada nyatanya ia tidak mulai pada suatu zaman tertentu. perkemabangannya Hindu di India menurut pendapat Govinda Das dapat dibagi dalam tiga (3) bagian besar yaitu Zaman weda kuno, zaman Brahmana, dan zaman Upanisad.
Kitab Veda merupakan sumber pokok ajaran agama Hindu, sebab dari Wedalah mengalir ajaran yang merupakan kebenaran agama Hindu dan menjelaskan tentang ketuhanan yang Maha Esa serta citaan-Nya.
Pokok-pokok keimanan agama Hindu, yaitu percaya terhadap adanya Brahman, percaya terhadap Atman, peracaya terhadap hukum Karmaphala, percaya adanya punarbawa, percaya terhadap adanya moksa.
Ritual agama Hindu memiliki dua ritual yang lazim di kalangan orang Hindu masa kini yaitu ritual keagamaan Vedis dan Agamis.

DAFTAR PUSTAKA

Dhavamony, Mariasusai, Fenomelogi AgamaKanisius, , Yogyakarta, 1995.
Djam’annuri, Agama Kita, Kurnia Kalam Semesta, Yogyakarta, 2002.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar