Selasa, 18 Mei 2010

kumpulan makalah ku

PENTINGNYA ILMU PENGETAHUAN

A. Sanad dan Matan Hadist

حدّ ثنا علىّ بن ميمونٍ الرَّقّىّ حدّ ثنا أبو خليدٍ عتبة بى حمّادٍ الدِّ مشقىّ عن ابن ثوبان عن عطاء بن قرّة عن عبد الله بى ضمرة السّلولىّ قال حدّثناابو هر ير ة قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهويقول" الدُّ نُيَامَلعو نَةٌ مَلعونٌ ما فِيها إلاَّذِكرُاللهِ تعالى وَمَاوالاَهُ وعالما او متعلما

Artinya : Mewartakan kepada kami Ali bin Maimun ar-Raqqiy. Mewartakan kepeda kami Abu Kholid, Utbah bin Hammad ad-Dimasqiy dari Ibnu tasuban, dari Atha' bin Qurroh, dari Abdulloh bin Dhamrah as-Saluly, dia berkata mewartakan kepada kami Abu Hurairah, dia berkata, aku mendengar Rasululullah bersabda,"Dunia ini terkutuk, dan terkutuk pula segala yang ada di dalamnya kecuali dzikir kepada Allah dan taat kepada-Nya. Yang mempunyai ilmu pengetahuan atau orang mencari ilmu pengetahuan.

B. Skema Pohon Sanad

النبى ص

مأبو هريرة

عبدالله بن ضمرة السّلولى

عطاءبن قره

إبن ثو بان

أبو خليد , عتبه بن حمّا د الدّمشقى

على بن ميمو ن الرّ قّى

ابن ماجه

C. BIOGRAFI PERAWI

1. Abu Hurairah

Nama : Abdurrohman bin Sokhro

Lahir : 21 SH (Sebelum Hijriyah) masuk Islam pada tahun ke 7 H

Wafat : Madinah 57 H/635 M.

Guru : Nabi, Abu Bakar, Umar bin Khattab

Murid :Abdullah bin Dhamrah, Muhammadin Sirin Urwah bin Zubair.

Tingkatan : Sahabat

Kualitas perawi: Tsiqqoh

2. Abdullah bin Dhamrah As-Saluliy

Nama : Abdurrohman bin Dhamarah

Nasab : As-Saluly

Guru : Abi Darda', Abu Hurairah dan Ka'ab Al-Akhbar.

Murid : Atha' bin Qurroh As-Saluly, Tsabit bin Tsauban,

Abdurrahman bin Tsabit, Mujahid dan Abu Al Jabir.

Tingkatan : Al-Wusto min Tabi’in

Kualitas perawi: Tsiqqoh.

3. Atha’ bin Qurroh

Nama : Atha’ bin Qurroh as-Saluliy

Nasab : Assaluliy ad-Dimasqi

Wafat : 132 H.

Guru : Abdullah bin Dhamrah as-Saluliy dan Al-Juhri

Murid : Abdurrohman bin Tsabit bin Tsauban, Al-‘Auja’I dan

Abdurrahman bin Yazid bin Jabir

Kualitas perawi: Tsiqqoh.

4. Ibnu Tsauban

Nama : Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban

Wafat : Baghdad tahun 165 H

Guru : Tsabit bin Tsauban, Atha’ bin Qurroh danUmair bin Hana’i

Murid : Utbah bin Hammad bin khulaid, Usman bin Sa’id bin Dinar

Dan Al-Walid bin muslim.

Wafat : Baghdad 165 H

Kualitas perawi: Tsiqqoh

5. Abu Kholid Utbah bin Hammad

Nama :Utbah bin Hammad bin Khulaid

Nasab : al-Hakami ad-Dimasqiy

Guru : Abdurrohman bin Tsabit bin Tsauban

Murid : Aly bin Maimun al-Ator ar-Riqqiy, Ayub bin Muhammad bin

Al-Wazni dan Sulaiman bin Abdurrahman ad-Dimasqiy.

Kualitas perawi: Tsiqqoh.

6. Aly bin Maimun Ar-Riqqiy

Nama : Aly bin Maimun

Nasab : ar-Riqqiy

Wafat : 246 H

Guru : Ishak bin Ibrahim, Kholid bin Khiyan, dan

Utbah bin Hammad bin Khulaid

Murid : An-Nasa’I, Ibnu Maajah, Abu Jar’ah, Abu Hatim, dan

Muhammad bin Abdul Malik

Kualitas perawi: Tsiqqoh

7. Ibnu Maajah

Nama : Abu Abdullah Muhammad binYazid bin Maajah ar-Rabi’al-

Qazwiniy

Lahir : 209 H

Wafat : 273 H

Guru : Muhammad bin Abdullah bin Numair, dan

Aly bin Maimun ar-Raqqiy

Murid : Abu Tayyib al-Baghdadi dan Ahmad bin Ibrahim

Dilihat dari biografi diatas, setiap perawi memiliki kualitas tsiqqoh dan sanadnya sambung antara perawi satu dangan perawi yang lain, dapat disimpulkan bahwai hadis ini adalah hadis sokhih.

D. Kandungan Hadis

Kita ketahui bahwa agama islam adalah agama yang mencakup segala segi kehidupan manusia, baik kehidupan di dunia maupun di akhirat. Dalam memahami islam kita sudah diberikan dua pedoman yang amat kuat berupa Al-Qur’an dan Al-Hadis, seperti yang kita pelajari ini, agar kita memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Kehidupan di dunia ini ikut ambil peran serta dalam kehidupan di akhirat kelak, oleh karena itu dunia merupakan ladang bagi akhirat, untuk itu agar memperoleh hasil yang baik maka diperlukan amal amal yang baik, misalnya dzikir kepada Allah dan selalu ingat kepada NYA dalam kondisi apaun dan dimanapun kita berada, agar terlepas dari kutukan NYA.

Untuk mempelajari, memahami serta mengamalkan dua pedoman umat islam tersebut maka diperlukan ilmu pengetahuan yang ada kaitannya dengan hal tersebut. Bukan hanya untuk memahami pedoman umat islam saja,akan tetapi dengan ilmu seseorang dapat membadakan mana yang baik dan mana yang buruk, dengan memiliki ilmu pengetahuan seseorang akan terlepas dari kebodohan,sebab kebodohan merupakan musuh umat islam dan harus di perangi, yang mana sama halnya seperti orang kafir yang memusuhi umat islam, dan masih banyak yang lainnya.

Apa jadinya jika seorang umat islam khususnya, jika tidak tholabul ilmi dan memiliki ilmu pengetahuan,? Mungkin akan sama dengan hewan, dalam artian prilakunya. sebab hewan tidak mempunyai akal, sedangkan manusia mempunyai akal, dengan akal tersebutlah manusia bisa berfikir.

E. Hadis Pendukung

عن أبر الدّ رداء ر ضى الله عنه قال : سمعت رسو ل الله صلى الله عليه وسلم يقول : مَنْ سَلَكَ طَرِيقًايَبْتَغِي بِهِ عَلَيمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِ يْقًاالى الْجَنَّةِ . وَاِنَّ الْمَلاَ ئِكَةَ أَجْنِحَتَهَالِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضً بِمَا صنَعَ , وَاِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَ وَمَنْ فِى اْلاَرْضِ خَتَّ الْحِيْتَا نُ فِى الْمَاءِ . وَفَضْلُ الْعَالَمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَا ئِرِ الْكَوَاكِبِ وَ إِنَّ الْعَلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ , وَإِنَّ اْلاَنْبِيَاءَ لَمْ يَوَ رِّ ثُوْا دِيْنَارًا ZZZZZZZZZZZZ وَلاَدِرْهَمًا وَإِنَّمَاوَرَّثُوْ الْعِلْمَ , فَمَنْ اَخَذَ هُ أَخَذَ بِخَظٍّ وَافِرٍ

Artinya:

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang melalui satu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Sesungguhnya para malaikat selalu meletakkan sayapnya menaungi para pelajar karena senang dengan perbuatan mereka. Bahwa orang alim itu dimintakan ampun oleh penduduk di langit dan di bumi sehingga ikan-ikan di dalam air. Kelebihan orang alim atas orang yang suka beribadah seperti kelebihan cahaya bulan atas seluruh bintang. Seseungguhnya para ulama itu pewaris para nabi, dan para nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, hanya mereka mewariskan ilmu maka barang siapa yang telah mendapatkannya berarti telah mengambil bagiannya yang banyak. (Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi)

Dalam hadis diatas Rasulullah menerangkan bahwa menuntut ilmum merupakan perbuatan yang mulia.Untuk menghormati dan menjaga pekerjaan yang mulia tersebut, para malaikatmeletakkan sayapnya untuk menaungi mereka, agar supaya maksud dan tujuannya tercapai.Begitu juga semua penghuni yang ada di langit dan di bumi, hingga ikan-ikan yang ada dalam air ikut serta untuk mendo’akannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar